Nature is Nears God

Menikmati dan Menjaga ciptaanNya.

Nature is Nears God

Menikmati dan Menjaga ciptaanNya.

Nature is Nears God

Menikmati dan Menjaga ciptaanNya.

Nature is Nears God

Menikmati dan Menjaga ciptaanNya.

Saturday, March 11, 2017

Wisata Gunung Kendil Wirogomo Banyubiru

Gunung Kendil, Tempat Memandang Rawa Pening Secara Utuh


Sebelumnya tau kan tentang Danau Rawa Pening ??? Satu danau dengan legenda manusia jelmaan ular “Baru Klinthing” yang mengutuk satu desa dengan penduduk yang sombong dengan menenggelamkannya menjadi sebuah danau. Danau inilah yang juga menjadi daya pikat tersendiri saat pendakian Gunung Kendil. Di puncaknya kita bisa melihat luasnya danau seluas sekitar 2.600 Ha tersebut secara utuh. Jadi Gunung Kendil tersebut layaknya gardu pandang alami untuk menikmati indahnya Rawa Pening dari ketinggian.

Hasil gambar untuk gunung kendil banyubiru

Gunung Kendil berada tepat di sebelah utara Gunung Telomoyo dan sebelah barat daya Danau Rawa Pening. Sebelumnya, saya dan Angga tak seberapa tahu tentang akses menuju puncak Gunung Kendil. Sumber yang biasanya kami andalkan tak memberi secercah petunjuk. Biasanya dengan mengetik kata kunci di kotak mesin pencarian, dalam sekejap informasi mengenai destinasi yang akan dituju akan muncul. Kali itu malah Gunung Kendil yang lain yang keluar di mesin pencarian, bukan yang kami maksud. Kalau sudah begitu, modal nekat menjadi modal satu-satunya untuk mencapai puncak Gunung Kendil. Nekat disitu saya artikan yang penting berangkat dulu, masalah lokasi tepatnya bisa tanya sama penduduk sekitar. Bukan nekat yang tanpa tanggung jawab.

Dari Kota Salatiga, Gunung kendil bisa terlihat jelas bersanding dengan Gunung Telomoyo meski tingginya masih kalah jauh. Dengan bekal sudah mengetahui posisinya dari jauh, berarti kami tinggal memacu kendaraan saja mendekatinya. Di satu pagi pada Hari Sabtu kami sepakat bakal ketemu di depan objek wisata Bukit Cinta yang ada di pinggiran Rawa Pening. Setelah berkumpul, kami lanjutkan saja melintasi jalanan Salatiga – Banyubiru ke arah lebih barat lagi.

Sampai di Banyubiru, saya mulai ragu tentang keberadaan Gunung Kendil karena makin lama penampakannya makin menghilang tersamarkan oleh bukit-bukit yang lain. Di sekitaran Rawa Pening memang banyak sekali bukit dan gunung. Kalau Merbabu dan Telomoyo sudah tentu tampak menjulang diantara yang lain.
Hasil gambar untuk gunung kendil banyubiru

Benar saja, kami sempat salah. Ternyata yang kami dekati bukan Gunung Kendil, tapi bukit yang lain yang sama-sama lancip puncaknya. Kalau sudah sejauh ini dari pada makin jauh lagi kesasarnya jalan terakhir adalah bertanya sama penduduk sekitar. Kami bertanya saja sama bapak-bapak yang lagi kongko-kongko di pos ronda. Kami ditunjukkan Gunung Kendil yang sebenarnya. Tenyata masih ke arah selatan lagi dari Banyubiru.
Lebih mudahnya untuk menjadi ancer-ancer adalah jika kita dari arah Kota Salatiga, kita harus memacu kendaraan ke arah Banyubiru melewati depan objek wisata Bukit Cinta. Setelah memacu sekian jauh hingga melintasi Sekolah Polisi Negara Banyubiru kita akan menemukan satu pertigaan. Ke kanan arah Ambarawa dan yang ke kiri adalah arah Gunung Kendil yang akan kita tuju.

Hasil gambar untuk gunung kendil banyubiruPuncak Gunung Kendil bisa kita capai dengan sebelumnya kita harus sampai di Desa Tegaron terlebih dulu. Baru selanjutnya kita cari Dusun Puwono yang ada di bawah gunung mini tersebut. Kita akan dipermudah dengan adanya petunjuk yang mengarahkan ke dusun tersebut. Kagetlah saya karena petunjuk arah dusun tersebut bersanding dengan petunjuk ke arah Puncak Gunung Kendil. Wow, ternyata sudah ada yang bikin petunjuk arah puncak gunung tersebut. Berarti kami memakai jalur yang sudah umum digunakan.

Setelah sampai di Dusun Puwono, kita sudah bisa melihat puncak Gunung Kendil dengan jelas. Tapi tenang saja. Jika masih merasa terlalu jauh apabila mulai mendaki dari Dusun Puwono, sebetulnya masih ada dusun yang lebih dekat lagi dengan Puncak Gunung Kendil yaitu Dusun Gesing.

Kami pun memilih yang dekat saja dengan menuju dusun yang teramat damai dengan penduduk yang sangat kebangetan ramahnya. Selalu kagum dengan penduduk desa yang sangat ramah dengan pendatang. Nggak sampai disitu, saat kami kebingungan untuk memarkirkan motor kami, salah satu penduduk dengan senang hati bersedia kami titipi motor saat kami mendaki nanti.

Trek yang menyambut kedatangan kami adalah jalan tanah yang nggak terlalu lebar tapi juga nggak sempit amat. Spesialnya adalah trek ini super licin. Sepertinya jenis tanahnya memang tanah liat, melihat warnanya yang kemerahan.

Kami berjalan di tengah ladang penduduk di lereng Gunung Kendil dengan sesekali menjumpai mereka tengah beraktifitas mengolah ladanganya. Selain itu ternyata ada juga penduduk yang pekerjaannya menyadap aren untuk mendapatkan air niranya. Melihat sekitar memang banyak juga pohon aren disitu.

Hasil gambar untuk gunung kendil sepakung
Kami sempat berjalan beriringan dengan salah satu penyadap aren. Cerita-cerita sedikit sembari menghadapi tanjakan yang makin menjadi saja kemiringannya. Tak bisa dianggap sepele kalau gunung pendek trek pendakiannya juga gampang. Nggak selamanya begitu sih. Buktinya bapak penyadap aren tersebut juga mengiyakan kalau trek Gunung Kendil ada bagian tersulitya. Kalau dikira-kira ada satu bagian trek yang kemiringannya hingga sekitar 75°-an. Namun santai lah, kita sudah dipermudah dengan adanya trap-trapan membentuk anak tangga. Selepas tanjakan itu bapak tersebut mengucapkan salam perpisahan kepada kami karena beliau akan menuju arah pohon aren yang akan disadapnya.
Hasil gambar untuk gunung kendil sepakungTrek selanjutnya berupa jalan setapak tipis yang kadang berbatasan langsung dengan jurang yang dibatasi hanya dengan pepohonan perdu saja. Rerumputan disana juga masih lebat walau tak jarang penduduk yang naik untuk merumput. Sempat kami berpapasan dengan dua sejoli kakek nenek yang memikul seonggok rumpuk dari atas. Tak lupa senyuman ramah dan teguran sapa mereka lontarkan kepada kami yang tengah terengah-engah. Takjubnya, mereka berdua nyeker men, tanpa alas kaki menanjaki trek selicin itu. Selain kagum dengan keramahan penduduk sekitar, saya sendiri tak jarang terkagum-kagum akan kekuatan fisik mereka yang walau sudah berumur lanjut namun masih tetap kuat naik turun bukit, tak hanya badan saja yang dibawa namun beban seonggok rumput untuk peliharaan kesayangan perlu diacungi 4 jempol.

Tak lama kemudian kami sampai di dataran dengan view full-free tanpa halangan. Yap, kami telah sampai di puncaknya setelah mendaki selama sekitar 50 menit. Pemandangannya sungguh mempesona, tapi kalau datang di musim yang pas tentunya bakal lebih istimewa lagi. Gunung gemunung di sekitar bakal terlihat semua dan yang menjadi tokoh utama yaitu Rawa Pening juga tentunya akan berkilau dengan indahnya. Saat itu karena kami juga naik sudah terlampau siang ditambah musim hujan yang belum usai jadilah kami harus puas dengan keindahan yang sedikit diiasi kabut. Tapi tak apa, lokasinya juga tak terlalu jauh dengan rumah jadi jika lain waktu ada kesempatan bisa lah ntar menyambangi Puncak Gunung Kendil lagi.
Hasil gambar untuk gunung kendil banyubiru
Saat berada di puncak kami bisa melihat desa-desa di bawah dengan jelas bersanding dengan persawahan, selain itu juga Rawa Pening bisa kita lihat secara utuh tanpa halangan. Kami tak berlama-lama berada di puncak karena makin siang kabut kelam juga makin menebal saja. Kami putuskan saja untuk segera turun.

Oiya, selain melewati jalur yang seperti kami pakai yaitu dari sebelah utara, ternyata ada jalur satu lagi yang bisa digunakan yaitu dari arah sebelah selatan. Di puncaknya lah kami baru bisa tahu ternyata ada dua jalur yang bisa dipakai, tapi yang jalur satu lagi masih belum kami ketahui kejelasannya.

Friday, March 10, 2017

Puncak Gampeng Gunung Kelir Wonokasihan Bedono




Kawasan Gunung Kelir sedang dikembangkan menjadi Coffee Techno Park, yaitu kawasan kopi dengan memadukan unsur pariwisata, bisnis dan edukasi.

Puncak Gampeng dari Desa Bedono menawarkan pemandangan yang indah dan perkebunan kopi yang sangat luas. Puncak Gampeng ini terletak 1300m dari permukaan laut. Selain perkebunan kopi, perjalanan menuju Puncak Gampeng juga akan melewati hutan pinus yang eksotis.

Keindahan dan potensi wisata Gampeng sudah diakui oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, namun karena kurangnya publikasi, tempat ini masih sepi pengunjung.


KKN-PPM UGM 2015 mengembangkan jalur hiking Gampeng via Dusun Wonokasihan dengan pembuatan peta pendakian, plangisasi pos-pos dan rute pendakian, dan pembuatan konsep wahana untuk Gampeng. Diharapkan karya dan pengabdian tim KKN-PPM UGM 2015 dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi implementasi master plan Coffee Techno Park dari Kawasan Gunung Kelir.
Denah Peta Lokasi Basecamp Wisata Nggampeng Gunung Kelir

Bukit Gampeng (Nggampeng ) ini belum banyak diketahui oleh kalangan pencinta alam.Bukit ini berada di daerah Semarang Selatan tepatnya terletak di dusun Gembongan Desa Brongkol Kecamatan Jambu Kanbupaten semarang. Puncak Bukit ini dapat di tempuh melalui 4 jalur dengan melewati pertanian warga sekitar. Jalur" pendakian dapat di tempuh melalui Gembongan, Gertas, Wonokasian dan Banyu Biru.


view mt lawu dan gumpalan awan yang terkena mentari

Sun Rise


mt telomoyo belakangnya mt merbabu

bukit kendil dan mt lawu di sisi cahaya matahari

terlihat gagahnya mt lawu

di sini dapat melihat luwasnya rawa pening

gumpalan awan dengan pancaran mentari

Negri diatas awan

Suasana malam

Wisata Lereng Kelir Gertas Banyubiru


Lereng Kelir adalah sebuah tempat wisata alam baru yang ada di Ambarawa, Jawa Tengah. Karena memiliki keunikan dan pemandangan alam yang diakui sangat menakjubkan oleh banyak orang, Lereng Kelir dengan sangat cepat menjadi populer.



Ambarawa sendiri memang sangat terkenal memiliki panorama alam yang masih sangat asri dan indah. Beberapa tempat wisata yang ada di Ambarawa memang selalu menyuguhkan kepada kita sebuah keindahan alam yang hari ini sudah mulai langka.

Oleh karena itu, menjadi sebuah pilihan yang sangat tepat jika Anda berkunjung ke Ambarawa untuk menikmati wisata alam yang jarang ada di tempat lain. Pada kali ini akan bahas mengenai Lereng Kelir yang belum lama ini muncul sebagai sebuah tempat wisata baru di Ambarawa.
Lokasi Lereng Kelir

Lereng Kelir terletak di sebuah desa di Kecamatan Jambu, Ambarawa. Nama desa tersebut adalah Desa Brangkol, sebuah desa kecil yang memiliki nuansa pedesaan yang cukup asri.

Untuk bisa mencapai ke lokasi, Anda harus menempuh perjalanan mendaki via Dusun Gertas selama kurang lebih 2 jam. Trek yang harus dilalui juga cukup terjal dan lumayan menguras tenaga. Jadi Anda perlu persiapan stamina yang ok sebelum memutuskan untuk berkunjung kesini.
Apa Saja Yang Menarik Dari Lereng Kelir Ini?

Bagi Anda yang masih bingung menentukan tempat yang seru untuk menghabiskan waktu libur akhir tahun maka Lereng Kelir di Ambarawa ini harus Anda pertimbangkan. Ada banyak sekali pengalaman seru yang bisa Anda dapatkan di sini.

Tempat wisata di Semarang yang tak kalah menarik: Watu Gunung Ungaran

Selain itu Anda juga tidak perlu khawatir harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain seperti halnya jika Anda pergi ke tempat liburan mainstream yang ramai pengunjung, pasalnya tempat ini masih sangat baru dan belum terlalu ramai pengunjungnya. Anda bisa dengan bebas menikmati semua yang ada di Lereng Kelir tanpa harus terganggu dengan padatnya pengunjung yang datang.

Baiklah, apa saja hal menarik yang bisa Anda dapatkan di Lereng Kelir ini?

1. Spot Foto Dengan Pemandangan Alam Yang Menakjubkan



Di puncak lereng Anda akan di kelilingi oleh pemandangan alam yang terhampar sejauh mata memandang. Di sini Ada satu spot menarik yang telah di buat oleh pihak pengelola. Sebuah menara pandang yang terbuat dari bambu yang letaknya di puncak lereng kelir.


Jika Anda ingin melihat pemandangan yang menakjubkan dari pegunungan ungaran, hutan pinus, dan landscape danau rawa pening maka tempat ini adalah spot yang paling tepat. Pemandangan yang Anda lihat tak kalah indahnya dengan yang ada di Eling Bening jika Anda sudah pernah berkunjung kesana.

Berikut beberapa foto-foto terbaik yang diambil dari puncak lereng kelir:

2. Pemandangan Yang Indah Saat Sunrise

Mengingat posisinya yang berada di tengah wilayah pegunungan yang ada di Jawa Tengah, maka puncak lereng kelir ini menjadi spot yang sangat strategis untuk menikmati pemandangan saat matahari terbit. Anda harus datang subuh untuk mendapatkan momen sunrise di lereng kelir ini.



Jika cuaca sedang bagus (tidak mendung atau hujan) Anda akan mendapatkan pemandangan menakjubkan yang tercipta saat sunrise. Gunung-gunung yang mengelilingi wilayah ini akan membentuk siluet yang indah di bawah awan orange. Seperti berdiri di hadapan lukisan alam mahakarya Sang Pencipta. Momen ini banyak di buru oleh para wisatawan yang datang. Dengan sedikit perjuangan, Anda juga bisa mendapatkannya.

3. Hiking Yang Menantang

Ini adalah momen menantang yang harus Anda lewati sebelum sampai ke puncak. Dari bawah Anda harus hiking dengan trek mendaki selama 2 jam. Perlu stamina yang bagus agar Anda tidak menyerah di tengah jalan.

Bagi Anda yang yang sudah terbiasa mendaki gunung mungkin ini adalah hal yang biasa. Namun bagi Anda para pemula sebaiknya siapkan dulu stamina Anda dengan baik. Karena jalan yang akan di lewati cukup terjal dan menguras tenaga.


Peta Jalur Pendakian Ke Puncak Lereng Kelir

Jangan lupa untuk membawa bekal air minum, juga pertimbangkan barang bawaan Anda. Jangan membawa barang yang tidak terlalu penting karena hanya akan menambah beban Anda. Walaupun melelahkan, namun sepanjang perjalanan Anda akan merasakan udara yang sejuk dan bersih.

4. Menikmati Suasana Sejuk Hutan Pinus




Sebelum mencapai puncak, Anda bisa berhenti sejenak di Hutan Pinus untuk menikmati pemandangan sembari beristirahat. Letak hutan pinus ini tidak begitu jauh dari puncak. Dari sini Anda dapat melihat pemandangan landscape Gunung Ungaran. Anda bisa mendapatkan banyak foto-foto bagus di tempat ini.

5. Camping Ground Yang Seru


Para pengunjung yang datang tidak hanya sekedar menikmati pemandangan saja, namun beberapa di antara mereka juga banyak yang melakukan camping. Bagi Anda yang berniat untuk berkemah di Puncak Lereng Kelir, Anda perlu membawa semua perbekalan yang di perlukan sebelum naik ke puncak.


Daerah yang bisa di gunakan untuk camping juga cukup luas, Anda bisa mengajak beberapa teman Anda agar camping menjadi lebih seru. Bonus yang bisa Anda dapatkan jika bermalam di Puncak Lereng Kelir adalah pemandangan pada saat malam hari yang yang sangat indah. Kelap kelip lampu rumah penduduk yang menghiasi pemandangan dari atas akan terlihat di jamin akan membuat suasana camping Anda menjadi sangat menyenangkan.
Harga Tiket Masuk Lereng Kelir

Curug Kedung Macan Sepakung Banyubiru


KEDUNG MACAN "masih sekilas tentang Desa Sepakung"

Dari kejauhan  sudah samar-samar terdengan butiran-butiran air yang terhempas dari ujung tebing. Gemuruh suara air yang membentur bebatuan begitu jelas terdengar dibalik suara tetesan  air yang menghantam  dedaunan. Saya  hanya bisa terpana  memandang air terjun ( Curuk)  “Kedung Macan “yang sepertinya  sama  sekali tak  tersentuh  oleh manusia.
Berawal dari sebuah perjalanan  penuh rasa penasaran  Bersama Bapak Lurah Desa Sepakung Bapak Ahmat Nuri ,Bapak Juli  selaku  sesepuh lokasi tersebut serta  beberapa teman . Sebuah perjalanan untuk membuktikan  kebenaran  sebuah  mitos tentan kedung ( kolam ) yang konon dulunya sering  digunakan  Harimau –harimau  untuk Mandi , sebuah air terjun bernama “KEDUNG MACAN “  ITU Tujuan yang akan kami telusuri , letaknya di lembah gunung Telomoyo dusun Nglimut Desa Sepakung  persis di lerang kaki  gunung Telomoyo yang barada hampir 1500 mpdl.


Sebuah air  terjun yang nyaris tanpa pengunjung ,Sampailah Akhirnya,sejenak saya berdiam sambil memandang hempasan air dari bawah hingga ke atas. saya  menaksir ketinggan air terjun ini sekitar 50m, dan  debit air cukup besar untuk seukurannya.Buih-buih air tak terasa membasahi pakain dan membuat kamera basah kuyup. Namun ada sebuah harga yang harus dibayar untuk sebuah perjalanan, petualangan dan keindahan alam.
Singkat cerita langit makin gelap dan Suara  adza  magrib Terdengar, saatnya kami sudahi menikmati sebuah potensi alam Desa Sepakung ini . Perjalanan pulang jauh lebih mudah malah terlihat tebing – tebing bebatuan yang tersusun rapi  menambah keindahan alam semakin terasa menakjubkan ,dan tak berapa lama sudah sampai ditepi jalan.

Rumah Pohon Kali Kulon Sepakung

Suasana pedesaan memang selalu menjadi magnet tersendiri, terlebih bagi mereka yang sehari-hari hidup di perkotaan. Ya, suasana perkotaan yang ramai, macet dan polusi udara tentu membuat dada sesak dan ingin melarikan diri untuk sejenak menghirup udara segar khas pedesaan. Nah, rasanya Kali Kulon adalah salah satu destinasi wisata baru di Semarang yang mampu menawarkan sensasi menyegarkan khas pedesaan tersebut.


Udaranya yang segar, suasananya yang mendamaikan dan pemandangan alamnya yang begitu hijau, membuat warga setempat beinisiatif menjadikan Kali Kulon sebagai destinasi wisata alam di Semarang.

Mengusung konsep rumah pohon yang instagramable, Kali Kulon kian hari kian ramai dipenuhi para wisatawan. Rumah Pohon Kali Kulon ini terletak di Dsa. Sepakung, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang, Jawa Tengah dan berada di atas pohon setinggi kurang lebih 10 meter. Kalau diperhatiakan, rumah pohon tersebut lebih menyerupai gardu pandang yang kini sering kita jumpai disejumlah tempat wisata. Sejauh mata memandang, hamparan persawahan yang begitu hijau, udara yang segar, tentu akan membuat kamu semakin betah berlama-lama di sini.

Memakan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Semarang. Beberapa kilometer sebelum sampai lokasi, kamu akan disambut pemandangan dan udara khas pedesaan yang tak mungkin bisa kamu dapatkan di perkotaan. Akses jalan menuju lokasi cukup baik. Warga setempat juga sangat ramah. Jadi, jika kamu kebingungan mencari jalan menuju lokasi, kamu bisa langsung tanya kepada warga setempat. Atau, kamu bisa memanfaatkan aplikasi google maps.

Jika ingin berkunjung ke sini, sebaiknya sore atau pagi. Kenapa? Sebab, saat pagi sunrise di sini cantik sekali. Begitupun saat sore, sunset-nya sangat elegan. Kamu bisa bayangkan betapa indahnya cahaya matahari pagi atau sore yang tumpah di atas persawahan. Moment yang unlimitied banget, kan? So, pastikan batre ponsel atau kamera dalam keadaan full agar bisa mengabadikan moment mengagumkan tersebut.

Nah, buat kamu yang tertarik untuk menikamati susasna khas pedesaan di rumah pohon Kali Kulon, Sepakung, Banyubiru, Semarang, ada bonus menarik yang bisa kamu dapatkan. Apa itu? Jadi, Kecamatan Sepakung memang terkenal sebagai wisata alamnya. Selain Kali Kulon, ada beberapa spot wisata lainnya yang bisa kamu kunjungi, diantaranya: Cemara Sewu, Air Terjun Baladewa dan Curug Kedung Macan. Jadi bonusnya adalah setelah kamu puas bersenang-senang di Rumah Pohon Kali Kulon, kamu bisa mampir ke spot wisata lainnya yang tadi sudah disebutkan di atas.

Cemoro Sewu Sepakung Banyubiru

Cemoro sewu merupakan tempat yang asri dengan alam yang murni, dari punca cemoro kita akan di manjakan dengan beberapa pemandangan. kita bisa melihat gunung merbabu dari puncaknya, adapun panorama yang dapat kita lihat dari puncak cemoro sewu yaitu rawa pening dan gunung ungaran.




Objek Wisata Gardu Pandang Cemoro Sewu, di Dusun Jingkol, Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang resmi dibuka untuk umum, Minggu (19/2). Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng, disusul pelepasan balon dan burung merpati dari gardu pandang, serta penanaman bibit tanaman secara simbolis.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Partono, Camat Banyubiru, Moch Nafis Masyur, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan KKN UPGRIS Kecamatan Banyubiru, DR AB Prabowo SPd MHum.

“Desa Sepakung masuk dalam salah satu dari 30 desa wisata di Kabupaten Semarang. Jadi yang kita lihat bukan pembangunan fisiknya, tetapi keunikannya,” kata Partono.

Menurutnya, desa wisata umumnya mempunyai karakter yang spesifik dan tidak dimiliki oleh desa lain. Semisal potensi pemandangan alam, kuliner, mau pun kesenian. Ada pun tugas Pemkab Semarang, tidak lain ikut mendukung serta mempromosikan potensi yang ada.

“Filosofi pariwisata itu apa? Di antaranya harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar, tidak ada obyek dibangun dengan megah tetapi masyarakat di sekitarnya miskin,” jelasnya.



Kaitannya dengan akses jalan menuju Objek Wisata Gardu Pandang Cemoro Sewu, Partono mengakui, memang berat mengingat didominasi dengan tanjakan serta turunan tajam dan sejauh ini sulit digunakan untuk papasan mobil. Maka, dalam waktu dekat pihak pengelola bersama Muspika dan Pemerintah Desa Sepakung berencana akan membuat selter angkutan atau lokasi pemberhentian sementara bagi pengunjung mau pun masyarakat umum.

“Coba akan dibangun selter. Kalau sudah banyak dikunjungi orang, potensi yang ada silahkan dikembangkan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, lokasi gardu pandang yang dimaksud masuk wilayah hutan lindung milik Perum Perhutani tepatnya petak 22-A RPH Srandil yang ditanami pinus sejak 1976.

Monday, June 6, 2016

Ramadhan di Masjid Al-Atiiq Kauman Salatiga

Assalamu'alaikum wr. wb
Alhamdulillah kini kita telah memasuki bulan Ramadhan 1437 H, di awal puasa ini admin akan memberikan review masjid yang recomended untuk kegiatan bulan Ramadhan di kota salatiga tercinta ini. Yaitu Masjid Al-Atiiq Kauman Salatiga yang merupakan masjid tertua di Salatiga.
Masjid yang dibangun pada zaman perang Diponegoro ini memiliki arsitektur yang cukup klasik dan antik. Masjid ini bisa menampung hingga 1000 jamaah dilengkapi dengan parkir yang luas, tempat wudhu, TPQ, dan ada juga menaranya lho Masjid Tertua di Salatiga Memiliki Menara.

Adapun amalan-amalan kegiatan di masjid ini pada bulan Ramadhan ini adalah sbb:
1). Kuliah Subuh (pengajian kultum ba'da sholat subuh)
2). Pengajian menjelang berbuka buasa (umum) ada takjil gratis lho
3). Sholat tarawih 23 rekaat + witir
4). Tadarus al-qur'an ba'da shalat tarawih


Nah demikian tadi sekilas info tentang masjid al-atiiq kauman salatiga semoga bermanfaat dan menambah khasanah keimanan dan ketaqwaan kita. amin.
Selamat menjalankan ibadaha puasa. Buat sobat yang belum mendapat jadwal imsakiyah wilayah salatiga silahkan download disini Jadwal Imsakiyah (unduh).
Wassalamu'alaikum wr. wb.